Kasur lantai kembali mencuri perhatian dalam dunia hunian modern. Dari apartemen mungil hingga rumah bergaya minimalis, banyak orang mulai melirik kembali tidur rendah ke lantai sebagai pilihan gaya hidup.
Menariknya, trend kasur lantai ini bukan hal baru. Kasur seperti punya sejarah panjang lintas budaya, sekaligus alasan praktis yang relevan hingga hari ini. Seperti apa?
Dari Tradisi ke Gaya Hidup Modern
Tidur dekat lantai telah lama menjadi kebiasaan di berbagai negara Asia. Di Jepang, futon digelar di atas tatami dan disimpan kembali pada pagi hari. Praktik ini menekankan kesederhanaan, kebersihan, dan fleksibilitas ruang. Di beberapa wilayah Asia lainnya, tikar atau matras gulung juga umum digunakan, menyesuaikan iklim dan pola hidup komunal.
Selain alasan budaya, tidur di lantai merefleksikan filosofi “kembali ke dasar”. Kasur jenis ini akan membuat hidup terasa lebih ringan, minim furnitur, dan mudah diatur ulang. Ruangan terasa lebih lapang, dan fungsi ruang bisa berubah sesuai kebutuhan.
Mengapa Kasur Lantai Kembali Populer?
Dengan trend yang kembali mencuat, Anda mungkin bertanya-tanya kenapa saat ini ada banyak orang yang menggunakan kasur lantai? Ada beberapa alasan mengapa kasur lantai kembali menarik perhatian banyak orang:
Estetika Minimalis yang Relevan
Gaya interior minimalis dan Japandi mendorong tampilan low-profile yang bersih. Kasur lantai memberi kesan tenang dan modern, cocok untuk ruang kecil tanpa membuatnya terasa sesak. Tak heran trend kasur lantai kembali diminati oleh mereka yang mengutamakan visual rapi dan fungsional.
Hemat Biaya dan Fleksibel
Tanpa rangka tempat tidur, Anda bisa menghemat biaya awal. Kasur lantai juga mudah dipindahkan, praktis untuk hunian sementara, kamar tamu, atau ruang multifungsi.
Sensasi Dukungan Lebih Firm
Sebagian orang menyukai permukaan yang terasa lebih firm. Bagi yang sebelumnya tidur di kasur terlalu empuk, lantai dapat memberi rasa dukungan yang berbeda. Namun, ini sangat bergantung pada jenis kasur dan preferensi tubuh Anda.
Plus-Minus yang Perlu Dipertimbangkan
Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan kasur lantai, ada plus minus yang perlu menjadi pertimbangan. Kelebihan penggunaan kasur ini antara lain:
- Hemat ruang: Ruangan tampak lebih luas dan mudah diatur
- Sejuk: Posisi rendah kadang terasa lebih dingin di iklim panas
- Praktis: Mudah digelar dan disimpan, terutama untuk konsep modular.
Namun, penggunaan kasur lantai juga memiliki beberapa kekurangan antara lain:
- Sirkulasi udara terbatas: Tanpa aliran udara di bawah kasur, kelembapan bisa terperangkap
- Debu dan alergen: Posisi dekat lantai membuat kasur lebih terpapar
- Mobilitas: Bangun-duduk bisa lebih sulit bagi sebagian orang.
Cara Menjalani Kasur Lantai dengan Lebih Aman
Jika Anda tetap tertarik menggunakan kasur lantai untuk istirahat Anda, beberapa tips berikut ini bisa membantu memaksimalkannya!
Pilih Kasur yang Tepat
Tidak semua kasur cocok diletakkan di lantai. Pastikan materialnya mendukung ventilasi dan tidak mudah lembap. Jika Anda menggunakan busa, rutinlah mengangin-anginkan kasur dengan menyandarkannya ke dinding.
Jaga Kebersihan dan Ventilasi
Gunakan pelindung kasur yang breathable, bersihkan lantai secara rutin, dan pastikan ruangan tidak lembap. Langkah-langkah ini membantu menjaga higienitas.


